Upaya Pemerintah Kabupaten Tebo bersama dengan Dinas Sosial P2PA Kab Tebo melaksanakan Penanganan Bencana Banjir di Kabupaten Tebo

Musim hujan yang intensitasnya meningkat seringkali menyebabkan bencana banjir di berbagai wilayah. Banjir bukan hanya menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga berdampak negatif terhadap ekonomi dan infrastruktur. Oleh karena itu, penanganan banjir menjadi suatu kebutuhan mendesak yang memerlukan koordinasi antarinstansi, inovasi teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat.

Kerjasama antarinstansi dan partisipasi masyarakat juga menjadi faktor krusial dalam penanganan banjir. Pembentukan tim tanggap bencana yang terdiri dari aparat pemerintah, relawan, dan pihak swasta akan mempermudah proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi banjir, jalur evakuasi, dan lokasi tempat pengungsian perlu dilakukan secara rutin.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Tebo terjadi selama 10 Hari lebih di 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo. Banjir terparah di Kabupaten Tebo berada di 4 Kecamatan yaitu Tebo Ulu, Sumay, VII Koto dan VII Koto Ilir dimana sampai ada  debit air yang melebih 1,5 m.

Pemerintah Kabupaten Tebo bersama dengan Dinas Sosial P2PA tanggap langsung dalam penanganan bencana banjir yaitu pendirian tenda darurat, posko banjir, dapur umum serta pemberian bantuan langsung ke para korban di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo.

Author: DINSOSP3A TEBO