STANDAR PELAYANAN PUBLIK
Layanan Resmi Instansi
PELAYANAN REKOMENDASI ODGJ TIDAK MAMPU DAN TERLANTAR
Pemberian rekomendasi ODGJ tidak mampu dan terlantar yang dipergunakan untuk rehabilitasi di RSJ
ALUR PELAYANAN REKOMENDASI ODGJ TIDAK MAMPU DAN TERLANTAR
A. Nama Pelayanan
Pelayanan Rekomendasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Tidak Mampu dan Terlantar untuk Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa
B. Tujuan
Memberikan pelayanan penanganan, rujukan, dan rekomendasi bagi ODGJ yang berasal dari keluarga tidak mampu dan/atau dalam kondisi terlantar agar memperoleh pelayanan kesehatan jiwa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
C. Sasaran
- ODGJ dari keluarga tidak mampu.
- ODGJ terlantar yang tidak diketahui atau tidak memiliki keluarga.
- ODGJ yang memerlukan pemeriksaan dan/atau perawatan di Rumah Sakit Jiwa.
- ODGJ yang ditemukan oleh masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, kepolisian, fasilitas kesehatan, atau instansi terkait.
D. Persyaratan Pelayanan
Dokumen yang disiapkan, sesuai kondisi kasus:
- KTP/identitas pasien apabila tersedia.
- Kartu Keluarga (KK) apabila tersedia.
- Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Desa/Kelurahan bagi pasien tidak mampu.
- Surat pengantar dari Kepala Desa/Lurah atau instansi yang menemukan/menangani pasien.
- Surat keterangan atau rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan.
- Dokumen kepesertaan BPJS/KIS apabila tersedia.
- Surat keterangan terlantar bagi ODGJ yang tidak diketahui identitas/keluarganya, apabila diperlukan.
- Dokumen pendukung lainnya sesuai hasil verifikasi.
Untuk ODGJ terlantar yang tidak memiliki identitas atau dokumen lengkap, pelayanan awal tetap dapat dikoordinasikan sesuai kondisi kedaruratan dan ketentuan yang berlaku.
E. ALUR PELAYANAN
1. Penemuan/Pelaporan ODGJ
ODGJ tidak mampu dan/atau terlantar dapat ditemukan atau dilaporkan oleh:
Masyarakat / Pemerintah Desa / Kelurahan / Kepolisian / Puskesmas / Fasilitas Kesehatan / Instansi terkait
↓
2. Penanganan Awal
ODGJ mendapatkan penanganan awal dan/atau asesmen kondisi kesehatan oleh fasilitas kesehatan atau pihak yang berwenang.
Apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera, pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
↓
3. Koordinasi dengan Dinas Sosial P3A Kabupaten Tebo
Instansi/pihak yang menangani melakukan koordinasi dengan:
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tebo
↓
4. Penerimaan dan Verifikasi Laporan
Petugas Dinas Sosial P3A menerima laporan dan melakukan:
- Verifikasi identitas pasien, apabila tersedia.
- Verifikasi kondisi sosial dan ekonomi.
- Verifikasi status keluarga/penanggung jawab.
- Verifikasi kondisi keterlantaran.
- Pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung.
↓
5. Asesmen Sosial
Petugas melakukan asesmen sosial untuk menentukan kondisi pasien, meliputi:
Identitas → Kondisi keluarga → Kondisi sosial ekonomi → Status kepesertaan jaminan kesehatan → Kondisi keterlantaran → Kebutuhan pelayanan
↓
6. Penentuan Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil asesmen:
Memerlukan pelayanan kesehatan jiwa
↓
Dilakukan koordinasi/rujukan ke RSJ
Tidak memerlukan rawat inap
↓
Diarahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa/rawat jalan dan tindak lanjut sosial sesuai kebutuhan.
ODGJ terlantar tanpa keluarga/penanggung jawab
↓
Dilakukan koordinasi penanganan sosial dan pelayanan kesehatan serta penelusuran keluarga sesuai ketentuan.
↓
7. Penerbitan Surat Rekomendasi
Dinas Sosial P3A Kabupaten Tebo menerbitkan Surat Rekomendasi Pelayanan/Penanganan ODGJ Tidak Mampu dan/atau Terlantar berdasarkan hasil verifikasi dan asesmen.
↓
8. Pengiriman/Rujukan ke RSJ
Pasien dibawa atau dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa dengan membawa surat rekomendasi dan dokumen pendukung yang tersedia.
↓
9. Verifikasi dan Asesmen di RSJ
Petugas RSJ melakukan:
- Verifikasi administrasi.
- Pemeriksaan/asesmen medis dan kejiwaan.
- Penentuan kebutuhan pelayanan.
- Penentuan rawat jalan/rawat inap sesuai kondisi medis.
↓
10. Pelayanan di RSJ
Pasien mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
↓
11. Tindak Lanjut Pasca Pelayanan
Setelah pelayanan di RSJ, dilakukan koordinasi antara:
RSJ ↔ Dinas Sosial P3A Kabupaten Tebo ↔ Keluarga/Pemerintah Desa/Fasilitas Kesehatan
untuk menentukan tindak lanjut, seperti:
- Pemulangan kepada keluarga.
- Perawatan lanjutan.
- Rehabilitasi sosial.
- Penelusuran keluarga bagi ODGJ terlantar.
- Penempatan pada layanan sosial yang sesuai apabila memenuhi persyaratan.
- Pemantauan dan koordinasi lanjutan.
↓
SELESAI
F. BAGAN ALUR
┌───────────────────────────────┐
│ PENEMUAN / PELAPORAN ODGJ │
│ Masyarakat/Desa/Puskesmas/ │
│ Kepolisian/Instansi Terkait │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ PENANGANAN AWAL │
│ & ASESMEN KESEHATAN │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ DINAS SOSIAL P3A │
│ KABUPATEN TEBO │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ VERIFIKASI & ASESMEN │
│ SOSIAL PASIEN │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────┐
│ HASIL ASESMEN │
└───────┬───────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ TIDAK MAMPU / TERLANTAR │
│ & MEMERLUKAN PELAYANAN RSJ │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ PENERBITAN REKOMENDASI │
│ DINAS SOSIAL P3A │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ RUJUKAN / PENGANTAR │
│ KE RSJ │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ VERIFIKASI & ASESMEN │
│ RSJ │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ PELAYANAN KESEHATAN │
│ JIWA │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌───────────────────────────────┐
│ TINDAK LANJUT / │
│ PEMULANGAN / REHABILITASI │
│ SOSIAL │
└───────────────┬───────────────┘
↓
┌─────────┐
│ SELESAI │